Jumat, 23 Oktober 2015

Kekeringan Meresahkan Warga Talang Empat

Talang Empat- Masyarakat Bengkulu Tengah (Benteng) mulai merasakan dampak buruk dari fenomena kemarau. Saat ini mereka sangat sulit untuk memperoleh air, terutama air bersih untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Untuk mendapatkan air bersih, para warga ini harus mencari-cari sumur yang masih layak pakai dan tidak mengalami kekeringan di sekitar lingkungan desa. Alternatif air dari sungai juga tidak dapat dimanfaatkan, karena kondisi air sungai yang tidak layak konsumsi.
Menurut salah satu warga Talang Empat, Zania(38) ketika diwawancarai kamis(22/10), mengatakan sejak beberapa bulan sumur kering, sungai kotor, sehingga warga sulit mendapatkan air. Air yang yang masih ada itu di sumur bor, namun jumlah sumur bor juga masih sedikit di desa talang empat. Air sungai juga tidak dapat digunakan karena kotor. Untuk mendapatkan air, biasanya Zania mencari-cari air yang layak pakai, terkadang meminta air di sumur saudaranya yang masih mempunyai air sumur yang bersih. "Biasa cari air di sumur pinggiran sawah atau kadang minta kepada saudara," jelas Zania.
Selain sumur yang kekeringan, sawah disini juga mulai mengering. Air yang biasanya difungsikan untuk mengairi sawah sudah mengering dari 3 bulan yang lalu, sehingga produksi padi di sawah terhambat. Hal ini membuat para petani menjadi kesulitan ekonomi. " Petani sawah mulai berhenti beraktifitas disawah sejak 3 bulan yang lalu, dikarenakan air yang mengering, " ungkap Zania.
Menurut BMKG, prediksi mereka yang di update di halaman resminya, mengatakan bahwa hujan akan mulai turun pada bulan November, dan untuk musim hujan diprediksikan akan mulai normal pada bulan desember. Sehingga masih cukup lama waktu yang akan ditempuh para warga sampai musim hujan tiba. Maka zania mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk memperhatikan mereka. Agar kebutuhan air bersih mereka dapat terpenuhi dan alternatif petani yang tidak dapat memproduksikan padi dapat mendapat bantuan dan solusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar